Saturday, November 17, 2007
STOP Bullying...

Yang ada di benak saya setelah mendengar kata Bullying adalah merupakan kata dasar dari Bull (bhs. Inggris) yang dalam bahasa Indonesia adalah kerbau. Kemudian saya kembali bermain-main dengan kata-kata. Bullying adalah mengkerbaui orang. Atau memperlakukan orang seperti kerbau (yang di cucuk hidungnya).

Difinisi Bullying menurut PeKA (Peduli Karakter Anak) adalah bullying adalah penggunaan agresi dengan tujuan untuk menyakiti orang lain baik secara fisik maupun mental. Bullying dapat berupa tindakan fisik, verbal, emosional dan juga seksual.

Berikut ini adalah contoh tindakan yang termasuk kategory bullying; pelaku baik individual maupun group secara sengaja menyakiti atau mengancam korban dengan cara:

- menyisihkan seseorang dari pergaulan,
- menyebarkan gosip, mebuat julukan yang bersifat ejekan,
- mengerjai seseorang untuk mempermalukannya
- mengintimidasi atau mengancam korban
- melukai secara fisik
- melakukan pemalakan/pengompasan


Bullying tidaklah sama dengan occasional conflict atau pertengkaran biasa yang umum terjadi pada anak. Konflik pada anak adalah normal dan membuat anak belajar cara bernegosiasi dan bersepakat satu sama lain. Bullying merujuk pada tindakan yang bertujuan menyakiti dan dilakukan secara berulang. Sang korban biasanya anak yang lebih lemah dibandingkan sang pelaku.

Menurut Dan Olweus, Author of Bullying at School Bullying Bisa di bagi menjadi dua bagian besar yaitu :

1. Direct bullying : intimidasi secara fisik, verbal.
2. Indirect Bullying: isolasi secara sosial.

Bullying itu sangat menyakitkan bagi si korban. Tidak seorangpun pantas menjadi korban bullying. Setiap orang memiliki hak untuk diperlakukan dan dihargai secara pantas dan wajar.

Bullying memiliki dampak yang negatif bagi perkembangan karakter anak, baik bagi si korban maupun pelaku.

Berikut ini contoh dampak bullying bagi sang korban :

- Depresi
- Rendahnya kepercayaan diri / minder
- Pemalu dan penyendiri
- Merosotnya prestasi akademik
- Merasa terisolasi dalam pergaulan
- Terpikir atau bahkan mencoba untuk bunuh diri

Di sisi lain, apabila dibiarkan, pelaku bullying akan belajar bahwa tidak ada risiko apapun bagi mereka bila mereka melakukan kekerasan, agresi maupun mengancam anak lain. Ketika dewasa pelaku tsb memiliki potensi lebih besar untuk menjadi preman ataupun pelaku kriminal dan akan membawa masalah dalam pergaulan sosial.

Tentu kaita masih ingat kasus yang terjadi pada STPDN /IPDN yang sampai menelan korban jiwa. Dan entah sudah berapa ratus dan mungkin bahkan ribuan dan jutaan orang yang pernah mengecap pendidikan di STPDN/IPDN yang rusak mental dan jiwanya karena telah di Bullying Oleh Seniornya dan pada akhirnya sebagai pembalasan mereka kembali melakukan hal yang sama seperti kakak seniornya, melakukan Bullying. Dan itu akan terus terjadi secara turun temurun dan lembaga pendidikan yang Notabene nya adalah pencetak Pejabat.

Bullying tidak terjadi juga antar pelajar dan senior tapi juga kerap terjadi oleh guru dan Mungkin saja tidak terjadi bunuh diri apabila siswa yg menunggak SPP tidak merasa dipermalukan dan disisihkan di hadapan teman sekolahnya. Baik itu karena berulangkali harus menghadapi pemanggilan kepala sekolah maupun perlakuan yang berbeda dari pihak sekolah terhadapnya. Bisa jadi tidak akan terjadi lagi ’mati konyol’ akibat proses penerimaan siswa baru, apabila kita tidak menganggap praktek perploncoan sebagai hal yang biasa.

Kenapa ada Bullying dan Siapa saja yang harus di persalahkan ?
Dan jika pertanyaan tersebut kita pertanyakan maka akan ada kemungkinan jawaban yang tidak berujung sampai ada yang merasa bertanggung jawab atas bullying. Dan menurut hemat saya lebih baik tidak usah di pertanyakan dan diperdebatkan. Dan menurut saya kita semua yang harus menghentikan dan menghilangkan nya (kalau Bisa) secara permanent. Caranya ?
Itulah yang harus kita bahas dan pikirkan bersama dan minimal dalam diri kita menetapkan hati untuk tidak melakukan Bullying dan menerima Bullying sebagai suatu yang lumrah dan wajar. Kita harus mulai dari lingkungan yang terkecil terlebih dahulu yaitu keluarga kita.

STOP BULLYING DARI SEKARANG !!!!!

posted by Arie @ 4:14 PM  
3 Comments:
  • At November 20, 2007 at 7:37 PM, Anonymous Anonymous said…

    ANJRIT.....gile banget tuh istilah Bullying and seram menyeramkan, andai nanti GWE JADI SEORANG AYAH, gwe mudah-mudahan ga terjadi serangan dari penyakit Bullying ini dan gwe ingin baik dan berbuat yang terbaik untuk sang istri gwe yang gwe sayangi, gwe cintai selama ini apa yang kata sumpah palapah sakinah mawadah dan warohmah, termasuk anak-anak gwe dan gwe punya modal awal beriman dan bertakwalah sesuai ajaran islam dan gwe terus berdoa dan bersujud kepadanya Alloh swt.
    gichu Kang arie

    By bangjay264

     
  • At November 22, 2007 at 8:21 PM, Blogger azfaAZ said…

    setuju bgt...
    stop bullying
    stop durhaka pada anak

     
  • At March 10, 2010 at 6:26 PM, Anonymous Anonymous said…

    http://lumerkoz.edu global and other list http://msdnbangladesh.net/members/Buy-Atacand/default.aspx preclude http://soundcloud.com/propecias parr http://www.comicspace.com/atrovent/ unvaccinated textiles http://soundcloud.com/aldactone allergic avei http://malgorz.com/members/Buy-Accutane.aspx pumped sindicato

     
Post a Comment
<< Home
 
 




Search By Google


Google


about me

Hanya Seorang Lelaki Biasa Yang berusaha menjadi Suami, Ayah dan Anak yang Baik...

My Lovely Daughter :


Yang Terdahulu :
Archives


Buku Tamu :


Jumlah Pengunjung :

Jumlah Pengunjung



Thanks To :

Allah SWT, Muhammad SAW, My Parent, My Amazing Lady (My Wife & My Daughter), Focus Komputer (Purwakarta), And ALL OF U (The Visiter of My BLOG) .. God Bless U

My Favorit Links
Template by
Free Blogger Templates